*****
Malam ini saya banyak berpikir. Bukan hanya
thesis saya yang belum saya mulai lagi.. tapi juga tentang masa depan yang
sedikit tergambarkan dalam imajinasi saya. Memang hanya imajinasi. Tapi
entahlah.. itu hanya.. sedikit tergambarkan..
Malam itu saya tidak bisa tidur. Biasanya
saya lebih depresi bila mengingat saya tidak bisa tidur dibandingkan dengan
mengingat hal tentang thesis. Entah sejak kapan, secara tidak sadar, tidur di
malam hari itu hal yang paling penting dalam hidup. Dan entah sejak kapan, saya
selalu jadi panic bila melihat jam terus berjalan sementara mata ini belum
mengantuk. Malam itu saya mengirim pesan teks, berharap dia mau menemani malam
saya hingga saya tertidur… dan memang… kenyamanan dengannya tidak bisa
disangkal, mengobrol dengannya saja bisa membuat saya terjatuh dalam kantuk dan
tidur. Malam itu saya terbangun 2x. mungkin karena pikiran tentang thesis yang
belum pasti. Ssshhh itu cerita yang lain.. yang panjang dan bisa membuat saya
galau dan somehow… feeling regretful.
Siang, saya pun beranjak dari kasur. Ingin
rasanya ke kampus dan menyelesaikan semua masalah yang ada. Penggunaan nama
saya oleh teman yang hmmm rupanya dia agak brengsek, permintaan maaf saya
kepada mereka yang merasa dijatuhkan serta menghadap dosen pembimbing yang hmmm
jujur saya rasa agak hmmm yeah begitulah. Semenjak saya diterpa banyak kasus
sepulangnya saya ke tanah air membuat saya agak takut.. yah.. saya selalu takut
akan realita bahwa setelahnya orang-orang akan berpikiran buruk pada saya
padahal saya pun tidak ada maksud untuk menyakiti mereka. Tidak pernah ada,
dalam hati saya untuk menggangu kehidupan orang. Tapi mengapa… kehidupan
menyakiti saya? Saya pun merasa tidak gentle man. Saya hanya berdiam diri. Saya
hanya menyangkal dan menyangkal dan menunda nunda. Saya butuh waktu… untuk diri
saya siap menghadapi cercaan yang akan datang. Saya butuh waktu. Ah agaknya
terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri… bukanlah sesuatu yang baik….
Siang itu akhirnya saya memutuskan pergi
makan di TA, kafetaria kampus. Disana tidak disangka saya bertemu dengan Pak
Donny. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menemani saya makan. Saya pun
entahlaah.. hanya mengiyakan.. akhirnya kami banyak bercerita dari pengalaman
saya di korea hingga thesis saya. Saya pun mulai bercerita… disini saya mungkin
agak naïve… bertanya bagaimana supaya menghadapinya… akhirnya.. saya paham
kenapa saya makan di TA dan bertemu dengannya.. banyak hal positif yang
terjadi…
Saya pun mengirim pesanteks lagi kepada
seseorang yang membuat saya nyaman. Saya bercerita tentang apa yang terjadi
pada saya sejam yang lalu. Dia pun membalas.. yang rupanya membuat saya
berpikir lebih lanjut..
dia bilang saya kurang percaya, terlalu
banyak berpikir…
Mungkin benar. Saya selalu berpikir, bahkan
sebelum saya terjatuh dalam tidur. Mengenai kurang percaya, hal yang langsung
datang ke dalam pikiran saya adalah kurang percayanya saya terhadap kemampuan
saya mengatasi masalah. Entahah.. aku tidak bisa memberikan argument tentang
itu.. apa tolak ukur bagi saya untuk megetahui saya punya kemampuan dalam
mengatasi masalah.. dengan bersikap sok santaikah atau dengan tersenyum walau
sedang dirundung masalah. Entah… tidak pernah bergulir dalam pikiran saya
tentang kemampuan saya dalam mengatasi sebuah masalah. Yang terpikirkan adalah
bagaimana saya harus menyelesaikan setiap masalah yang ada. Bukan apa dan
bagaimana sikap saya selama dalam masalah. Intrepretasi kedua adalah kurangnya
percaya saya kepada yang Diatas. Mungkin benar, tapi saya mempunyai prinsip
yang entah sejak kapan juga menggantung di hidup saya. Tuhan menciptakan kita
semua, membuat alur hidup kita… saya yakin Tuhan menghitung butiran airmata dan
keringat yang kita keluarkan untuk mencapai sesuatu dan pasti ada rencana
didalamnya. Saya entah kenapa sangat yakin… tidak ada hal yang diberikan
Cuma-Cuma. Jodoh di tangan Tuhan, memang benar… tapi kalau kita tidak berusaha
mengambilnya, jodohnya juga akan tetap di tangan Tuhan. Sama halnya dengan
prestasi dan kesuksesan. No pain no gain. Itulah prinsip yang selalu ada dalam
hidup saya. Ada harga yang harus dibayar untuk mencapai sesuatu. Dan
pikiran-pikiran saya merupakan usaha saya dalam memecahkan masalah dan Tuhan
akan menghitungnya dan memberikan yang baik untuk saya. Saya yakin.
Sore ini, saya harusnya masuk kerja, mulai
mengurusi lagi anak-anak. Leon dan vivi yang nampaknya sudah lebih dewasa. Ternyata
maminya vivi datang dan mau berbicara dengan saya. Obrolannya cukup santai tapi
topiknya serius hahaha… dia bertanya tentang pengalaman saya selama di korea
dan bercerita tentang vivi dan leon. Pada akhirnya.. sedikit tergambarkan bahwa
dia berusaha untuk investasi pada orang seperti saya, dia tawarkan sejuta
fasilitas dan kebaikan dari menempati sebuah rumah, pembiayaan kuliah s2, dan
perkerjaan pun sudah ditawarkan. Sepintas menggiurkan.. tapi saya harus
berpikir… sebelumn saya melangkah lebih jauh…
Malam ini malam yang galau bagi saya yang
memikirkan banyak hal…. Mungkin tipikal saya saja yang seperti ini…. Saya
melirik handphone saya.. 11.31 pm… disana juga terlihat sebuah wallpaper yang
tak pernah saya rubah… dengan background hitam polos, ada sedikit tulisan
berwarna putih menghiasi gelapnya wallpaper handphone saya…
I have plans for you
God
Semarang,
10 juli 2012
I don't know ... I believe in God... but I still can't put my life in His hand ...
BalasHapusyeah i feel it too... i cant talk about God but still i think i need to put efforts to what im gonna do and my efforts determine the result i got.
BalasHapus