Jumat, 20 Juli 2012

malam itu saya banyak berpikir

ini tulisan saya yang saya buat pada malam-malam yang lalu.. terkadang kegalauan itu datang dan bisa sedikit terobati dengan menulis...

 *****


Malam ini saya banyak berpikir. Bukan hanya thesis saya yang belum saya mulai lagi.. tapi juga tentang masa depan yang sedikit tergambarkan dalam imajinasi saya. Memang hanya imajinasi. Tapi entahlah.. itu hanya.. sedikit tergambarkan..

Malam itu saya tidak bisa tidur. Biasanya saya lebih depresi bila mengingat saya tidak bisa tidur dibandingkan dengan mengingat hal tentang thesis. Entah sejak kapan, secara tidak sadar, tidur di malam hari itu hal yang paling penting dalam hidup. Dan entah sejak kapan, saya selalu jadi panic bila melihat jam terus berjalan sementara mata ini belum mengantuk. Malam itu saya mengirim pesan teks, berharap dia mau menemani malam saya hingga saya tertidur… dan memang… kenyamanan dengannya tidak bisa disangkal, mengobrol dengannya saja bisa membuat saya terjatuh dalam kantuk dan tidur. Malam itu saya terbangun 2x. mungkin karena pikiran tentang thesis yang belum pasti. Ssshhh itu cerita yang lain.. yang panjang dan bisa membuat saya galau dan somehow… feeling regretful.

Siang, saya pun beranjak dari kasur. Ingin rasanya ke kampus dan menyelesaikan semua masalah yang ada. Penggunaan nama saya oleh teman yang hmmm rupanya dia agak brengsek, permintaan maaf saya kepada mereka yang merasa dijatuhkan serta menghadap dosen pembimbing yang hmmm jujur saya rasa agak hmmm yeah begitulah. Semenjak saya diterpa banyak kasus sepulangnya saya ke tanah air membuat saya agak takut.. yah.. saya selalu takut akan realita bahwa setelahnya orang-orang akan berpikiran buruk pada saya padahal saya pun tidak ada maksud untuk menyakiti mereka. Tidak pernah ada, dalam hati saya untuk menggangu kehidupan orang. Tapi mengapa… kehidupan menyakiti saya? Saya pun merasa tidak gentle man. Saya hanya berdiam diri. Saya hanya menyangkal dan menyangkal dan menunda nunda. Saya butuh waktu… untuk diri saya siap menghadapi cercaan yang akan datang. Saya butuh waktu. Ah agaknya terlalu banyak bercerita tentang diri sendiri… bukanlah sesuatu yang baik….

Siang itu akhirnya saya memutuskan pergi makan di TA, kafetaria kampus. Disana tidak disangka saya bertemu dengan Pak Donny. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menemani saya makan. Saya pun entahlaah.. hanya mengiyakan.. akhirnya kami banyak bercerita dari pengalaman saya di korea hingga thesis saya. Saya pun mulai bercerita… disini saya mungkin agak naïve… bertanya bagaimana supaya menghadapinya… akhirnya.. saya paham kenapa saya makan di TA dan bertemu dengannya.. banyak hal positif yang terjadi…

Saya pun mengirim pesanteks lagi kepada seseorang yang membuat saya nyaman. Saya bercerita tentang apa yang terjadi pada saya sejam yang lalu. Dia pun membalas.. yang rupanya membuat saya berpikir lebih lanjut..
dia bilang saya kurang percaya, terlalu banyak berpikir…

Mungkin benar. Saya selalu berpikir, bahkan sebelum saya terjatuh dalam tidur. Mengenai kurang percaya, hal yang langsung datang ke dalam pikiran saya adalah kurang percayanya saya terhadap kemampuan saya mengatasi masalah. Entahah.. aku tidak bisa memberikan argument tentang itu.. apa tolak ukur bagi saya untuk megetahui saya punya kemampuan dalam mengatasi masalah.. dengan bersikap sok santaikah atau dengan tersenyum walau sedang dirundung masalah. Entah… tidak pernah bergulir dalam pikiran saya tentang kemampuan saya dalam mengatasi sebuah masalah. Yang terpikirkan adalah bagaimana saya harus menyelesaikan setiap masalah yang ada. Bukan apa dan bagaimana sikap saya selama dalam masalah. Intrepretasi kedua adalah kurangnya percaya saya kepada yang Diatas. Mungkin benar, tapi saya mempunyai prinsip yang entah sejak kapan juga menggantung di hidup saya. Tuhan menciptakan kita semua, membuat alur hidup kita… saya yakin Tuhan menghitung butiran airmata dan keringat yang kita keluarkan untuk mencapai sesuatu dan pasti ada rencana didalamnya. Saya entah kenapa sangat yakin… tidak ada hal yang diberikan Cuma-Cuma. Jodoh di tangan Tuhan, memang benar… tapi kalau kita tidak berusaha mengambilnya, jodohnya juga akan tetap di tangan Tuhan. Sama halnya dengan prestasi dan kesuksesan. No pain no gain. Itulah prinsip yang selalu ada dalam hidup saya. Ada harga yang harus dibayar untuk mencapai sesuatu. Dan pikiran-pikiran saya merupakan usaha saya dalam memecahkan masalah dan Tuhan akan menghitungnya dan memberikan yang baik untuk saya. Saya yakin.

Sore ini, saya harusnya masuk kerja, mulai mengurusi lagi anak-anak. Leon dan vivi yang nampaknya sudah lebih dewasa. Ternyata maminya vivi datang dan mau berbicara dengan saya. Obrolannya cukup santai tapi topiknya serius hahaha… dia bertanya tentang pengalaman saya selama di korea dan bercerita tentang vivi dan leon. Pada akhirnya.. sedikit tergambarkan bahwa dia berusaha untuk investasi pada orang seperti saya, dia tawarkan sejuta fasilitas dan kebaikan dari menempati sebuah rumah, pembiayaan kuliah s2, dan perkerjaan pun sudah ditawarkan. Sepintas menggiurkan.. tapi saya harus berpikir… sebelumn saya melangkah lebih jauh…

Malam ini malam yang galau bagi saya yang memikirkan banyak hal…. Mungkin tipikal saya saja yang seperti ini…. Saya melirik handphone saya.. 11.31 pm… disana juga terlihat sebuah wallpaper yang tak pernah saya rubah… dengan background hitam polos, ada sedikit tulisan berwarna putih menghiasi gelapnya wallpaper handphone saya…

I have plans for you
God

Semarang, 10 juli 2012

2 komentar:

  1. I don't know ... I believe in God... but I still can't put my life in His hand ...

    BalasHapus
  2. yeah i feel it too... i cant talk about God but still i think i need to put efforts to what im gonna do and my efforts determine the result i got.

    BalasHapus