Tulisan ini masih untukmu..
Masih disaat aku masih meneteskan air mata karena perpisahan kita..
Sakit benar rasanya..
Melihat kamu merasa nyaman saat sekarang ini..
Apa benar seperti itu yang tampak?
setiap hari aku hanya meneteskan air mata..
Entah pukul berapa aku baru terlelap..
Memikirkanmu di otakku dan juga di hatiku..
Apa kamu masih mencintaiku?
Hatiku masih berbicara terlalu dalam mengenai cintaku..
Tiga minggu sudah berlalu..
Tanpa menyisakan sedikit penjelasan..
Aku tak mau kita hanya berakhir sampai disini..
Masih banyak cinta yang bisa ditabur dan dituai..
Tapi kenapa tak mencariku?
Berharap kamu mencariku..
Dan cukup dengan dekapan sekali saja..
Dan beritahu aku..
"Ayo kita jalin hubungan yang lebih baik. Mari hadapi sama-sama'
Itu sudah cukup buatku untuk memantapkan hati..
Kapan aku harus terus berharap.
Apa kamu masih mencintaiku?
Jika ya, kamu akan mencariku hingga disini..
Di tempat aku menunggumu..
Dengan segala kecemasan dan rasa sedih.. aku menunggumu..
Senin, 06 Desember 2010
Jumat, 03 Desember 2010
Ku harap kamu tahu dan mengerti
hari ini harusnya menjadi hari bahagia, berbagi kasih canda dan tawa. hari ini harusnya menjadi anniversary kita yang ke 21. entah apa yang kamu rasakan. tapi hatiku ini sepi. sungguh tak ada kenyamanan seperti yang pernah kamu beri sebelumnya. bukan gombal ataupun sandiwara aku menulis seperti ini, hanya saja aku ingin kamu tahu, kamu masih tetap yang ada di hati. menangis sekarang sudah menjadi bagian hidupku. menangisi kenapa Tuhan menciptakan kita dan cinta di dalamnya kalau kita ternyata tidak bisa bersatu. kenapa harus ada agama yang membentang dan kenapa agama itu menjadi suatu budaya dalam kehidupan kita. apapun, sayang, sekasar apapun perbuatan ataupun perkataanmu padaku, aku sudah memaafkan. hanya saja otakku tak sejalan dengan hatiku. sungguh tersiksanya aku,,,,, aku sadar dan paham betul bahwa aku dan kamu tak bisa bersama. tapi hati ini selalu berkata lain. dia sering berbisik dengan halus bahwa kita masih bisa bersama. menentang segalanya dan membuat akhir dan awal yang lebih indah. enatha mana yang harus kupercaya. logika apa hati.. Tuhan bimbing saya. agar sungguh tak tersesat. beritahu padanya aku sayang sekali padanya. dan sungguh ingin bersama....
Untukmu yang pertama
Aku menyukai seorang pria. pria pertama yang pernah hadir di hidupku. Pernahkah kamu merasa tulus dan ikhlas menjalani sebuah hubungan? dikala hati kamu sakit karena disakiti. dikala hati merasa rindu namun otak menentang. aku sadar. sangat sadar betapa kita benar-benar tidak bisa bersama selamanya. tapi hati ini, dengan lirih bilang dengan mantapnya ‘kamu untukku bukan yang lain’. dikala hati ini sudah bosan menangis. dikala otak menentang semuanya. dan alam tak mendukungku. semua tak mendukungku. aku tersiksa. ya. dan kamu bilang kamu tak mau menjadi seperti aku yang tersiksa. tak apa. ini perasaanku. tiap hari tak bosannya aku menangis. pedih saat harus berpisah dan tak ada lagi kenyamanan yang ada melekat dalam hidupku. mataku mulai lelah. dengan air mata yang tak pernah kering. dimana kamu? apa masih mencintaiku? aku akan sangat sedih kalau kamu lupa cinta itu. waktu dimana cinta hanya terucap dari mulutmu. sedih bila harus melupakan. sedih bila dilupakan. sedih karena tak ada yang mendukung. sedih karena semua bilang aku harus bersyukur untuk semuanya. sedih, bukan sedih lagi yang bisa menggambarkan hatiku. bukan sedih sungguh. yang ada hanya ketidakmampuan. otak, hati dan prinsip. pujian kusematkan padaMu Tuhan karena menciptakan cinta di dunia. dan makian untukmu cinta, kenapa harus ada pengorbanan bila hanya sakit yang didapat.
Untukmu: Mencintaimu dengan seluruh hatiku itu satu2nya yang aku bisa lakukan. Sungguh. Apapun yang terjadi beberapa waktu terakhir. ENtah mengapa hatiku berkata ‘jangan lupa akanku, tunggu aku. kita masih bisa bersama
Untukmu: Mencintaimu dengan seluruh hatiku itu satu2nya yang aku bisa lakukan. Sungguh. Apapun yang terjadi beberapa waktu terakhir. ENtah mengapa hatiku berkata ‘jangan lupa akanku, tunggu aku. kita masih bisa bersama
Langganan:
Komentar (Atom)