Aku menyukai seorang pria. pria pertama yang pernah hadir di hidupku. Pernahkah kamu merasa tulus dan ikhlas menjalani sebuah hubungan? dikala hati kamu sakit karena disakiti. dikala hati merasa rindu namun otak menentang. aku sadar. sangat sadar betapa kita benar-benar tidak bisa bersama selamanya. tapi hati ini, dengan lirih bilang dengan mantapnya ‘kamu untukku bukan yang lain’. dikala hati ini sudah bosan menangis. dikala otak menentang semuanya. dan alam tak mendukungku. semua tak mendukungku. aku tersiksa. ya. dan kamu bilang kamu tak mau menjadi seperti aku yang tersiksa. tak apa. ini perasaanku. tiap hari tak bosannya aku menangis. pedih saat harus berpisah dan tak ada lagi kenyamanan yang ada melekat dalam hidupku. mataku mulai lelah. dengan air mata yang tak pernah kering. dimana kamu? apa masih mencintaiku? aku akan sangat sedih kalau kamu lupa cinta itu. waktu dimana cinta hanya terucap dari mulutmu. sedih bila harus melupakan. sedih bila dilupakan. sedih karena tak ada yang mendukung. sedih karena semua bilang aku harus bersyukur untuk semuanya. sedih, bukan sedih lagi yang bisa menggambarkan hatiku. bukan sedih sungguh. yang ada hanya ketidakmampuan. otak, hati dan prinsip. pujian kusematkan padaMu Tuhan karena menciptakan cinta di dunia. dan makian untukmu cinta, kenapa harus ada pengorbanan bila hanya sakit yang didapat.
Untukmu: Mencintaimu dengan seluruh hatiku itu satu2nya yang aku bisa lakukan. Sungguh. Apapun yang terjadi beberapa waktu terakhir. ENtah mengapa hatiku berkata ‘jangan lupa akanku, tunggu aku. kita masih bisa bersama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar